kabut di kota medan polonia hujan lagi… Mendadak teringat suara Iin Parlina saat aku duduk termangu di ruang tunggu bandara Polonia. Suara lembutnya bersilomba dengan pengumuman datangnya pesawat dari Jakarta. Iin benar, sore ini Polonia berkabut, memendekkan jarak pandang. Pernahkah kita berdua berada di kota ini? Rasanya belum. Tapi, bayangan indahmu terus membuntutiku sejak tadi malam, sajak aku beranjak tidur... »
Latest Story
Tembok
Pernahkah kauamati sebuah tembok yang berdiri kokoh? Belum lama kami berhasil membangun sebuah tembok harapan yang indah, sebuah tembok yang kami ciptakan dalam bayangan, yang kami sepakati dimana tembok itu berdiri. Mengapa kami membangun sebuah tembok itu? Sebab kami ingin menghabiskan waktu kami di sekitarnya... »
Anak
Pertengahan 1996 saat saya masih meliput berita-berita metropolitan di Harian Kompas, saya sering kali menjumpai peristiwa tragis, kematian. Kematian yang kejam bisa memisahkan anak dengan orangtuanya, memisahkan orangtua dengan anak-anaknya, memisahkan adik dengan kakak-kakaknya, memisahkan kakak dengan adik-adiknya, dan seterusnya. Kematian bagaimanapun bentuk dan... »
Cinta
Sewaktu duduk di bangku kelas satu SMA dulu, seorang guru bahasa dan sastra Indonesia berkacamata yang berpenampilan agak kemayu membuyarkan lamunan saya. Seakan-akan dia tahu kalau saya tidak sedang... »
